Dua bulan lalu aku pulang ke desa, mungkin itu adalah kali kedua aku pulang setelah liburan Hari Raya 'Idul Fitri 1432 kemaren, bertepatan dengan hari Raya Idul Adha pulanglah aku untuk berqurban, yach meskipun ini hnya amanah yang dititipkan kepadaku. Eh trnyata keliru hitunganku, maksudku ini adalah saat dimana aku beli kambing untuk pertama kalinya, itu terjadi bukan dua bulan yang lalu tapi udaaah,.....
( Ah leat kalender dulu yach, aku lupa,,"wait a minute'' wahh payah kalendernya udah dibuang),udah 5 bulan yang lalu mungkin meski aku ugak begitu yakin.
Yang pasti pagi itu semua siap dengan kantong plastiknya(kresek) masing-masing, ada juga yang telah mempersiapkan glangsing untuk daging bagiannya ntar, tapi gue tenang-tenang aja cz sudah ada kabar angin bahwa qurban tahun ini yang membawa dlm bentuk duit adalah aku,meski harap-harap cemas dengan keputusan Panitia Qurban gue enjoy aja, apa yang ditugaskan kepadaku berusaha aku selesaikan dengan sebaik-baiknya.
Sebenarnya tidak ada tugas khusus untuk tiap personil kecuali Pak Brahma sebagai jagal dan dibantu oleh seorang jagal dari luar yang aku ga tau namanya, semuanya sama yaitu membantu memperlancar pelaksanaan qurban. Sesuai bagan kepanitiaan sebenarnya aku bagian pecel-pecel*(pemotongan ),eh diserahin kamera. Aku tanya pada Cak Arif yang kasih kamera," siapa ini cak yang harus ambil gambar?". "Kamu aja yang ambil buat dokumentasi",katanya. "Lumayan nich ugak kena kotoran" kataku dalam hati.
Setelah semua peralatan dan tempat selesai disiapkan tiba saatnya untuk penyembelihan.Satu per satu dari mereka dikeluarkan dari kerangkeng dalam kondisi masih diikat, tidakkah miris sebentar lagi mereka akan dibawa ketempat pemancungan,dan darah segar akan menyembur dari urat nadi dan urat leher mereka yang terputuskan oleh sebilah pisau kematian Aku masih menatap sang "algojo" menggorok leher mereka tanpa kasihan sedikitpun. Aku belum bergeming sembari mencengkeram erat kamera. Terdengar samar hembusan nafas mereka tersendat-sendat dan untuk terakhir kalinya ia ucapkan selamat tinggal kawan, semoga engkau tenang di alam sana. Belum cukup disitu, mereka dibawa ketempat yang agak luas dan ,...... kulit mereka disayat-sayat, daging dan tulang mereka dipotong-potong sesuai kehendak para jagal. sungguh mengenaskan bila itu terjadi pada manusia.
Rasanya udah cukup banyak gambar yang aku ambil, lagian juga ugak enak sama temen-2, akhirnya kamera aku matikan dan aku masukkan kedalam saku. Segera aku bergabung untuk meceli dagingnya dan menyerahkannya kepada ibu-ibu yang bertugas mengepak.(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar